HUKUM JUDI ONLINE

Berdasarkan hukum judi online menurut Islam, judi online tetap merupakan salah satu hal yang melanggar hukum Islam. Mengapa? Untuk tahu lebih lanjut mengenai alasan mengapa judi online ini tetap dianggap melanggar hukum Islam, berikut ini adalah ulasannya.

  • DASAR HUKUM JUDI DALAM ISLAM
    Islam merupakan agama yang memberikan penjelasan dan juga hukuman mengenai perbuatan buruk yang dilakukan oleh manusia. Salah satunya adalah perbuatan judi, terutama Slot Gacor. Perbuatan judi merupakan perbuatan yang sudah ada sejak lama. Sejak zaman jahiliyah, perbuatan judi sudah sangat marak sehingga banyak muncul hadits-hadist yang diturunkan untuk melarang perbuatan tersebut.
    Salah satu dasar dari larangan perbuatan judi ini adalah surat Al Baqarah ayat 219. Surat ini merupakan salah satu surat yang dijadikan sebagai pedoman mengenai hukum mengapa judi dilarang dalam Islam.
    Surat Al Baqarah 219 ini merupakan ayat yang menyatakan bahwa judi dan juga khamar merupakan dua hal yang memiliki beberapa manfaat bagi manusia. Akan tetapi dibandingkan dengan keuntungan atau manfaat yang diberikannya, dosa besarlah yang menjadi imbalannya. Artinya apa? Artinya, judi memang memiliki beberapa manfaat, akan tetapi manfaat yang diberikan tidak sebesar kerugian yang akan anda dapatkan ketika melakukan perbuatan judi dan meminum khamar.
    Selain Surat Al Baqarah ayat 219, ada banyak lagi dasar hukum lainnya yang melarang umat Islam untuk melakukan 2 perbuatan dengan dosa besar yaitu judi dan minum khamar. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dalam artikel selanjutnya.
  • PANDANGAN ISLAM MENGENAI JUDI ONLINE
    Judi online 202.95.10.87 dalam islam juga dimasukkan dalam kategori judi itu sendiri. Hal ini disebabkan karena judi online juga memiliki karakter yang sama dengan perjudian yang dilakukan sejak zaman jahiliyah. Persamaan antara judi online dengan judi pada umumnya adalah adanya bet atau taruhan yang digunakan di dalamnya. Oleh karena itu, salam seperti itu, perjudian online juga merupakan salah satu hal yang dilarang.

HUKUM JUDI (DENGAN SEGALA BENTUK DAN RAGAMNYA)
Berdasarkan hukum judi online menurut Islam, judi online tetap merupakan salah satu hal yang melanggar hukum Islam. Mengapa? Untuk tahu lebih lanjut mengenai alasan mengapa judi online ini tetap dianggap melanggar hukum Islam, berikut ini adalah ulasannya.

  • DASAR HUKUM JUDI DALAM ISLAM
    Islam merupakan agama yang memberikan penjelasan dan juga hukuman mengenai perbuatan buruk yang dilakukan oleh manusia. Salah satunya adalah perbuatan judi. Perbuatan judi merupakan perbuatan yang sudah ada sejak lama. Sejak zaman jahiliyah, perbuatan judi sudah sangat marak sehingga banyak muncul hadits-hadist yang diturunkan untuk melarang perbuatan tersebut.
    Salah satu dasar dari larangan perbuatan judi ini adalah surat Al Baqarah ayat 219. Surat ini merupakan salah satu surat yang dijadikan sebagai pedoman mengenai hukum mengapa judi dilarang dalam Islam.
    Surat Al Baqarah 219 ini merupakan ayat yang menyatakan bahwa judi dan juga khamar merupakan dua hal yang memiliki beberapa manfaat bagi manusia. Akan tetapi dibandingkan dengan keuntungan atau manfaat yang diberikannya, dosa besarlah yang menjadi imbalannya. Artinya apa? Artinya, judi memang memiliki beberapa manfaat, akan tetapi manfaat yang diberikan tidak sebesar kerugian yang akan anda dapatkan ketika melakukan perbuatan judi dan meminum khamar.
    Selain Surat Al Baqarah ayat 219, ada banyak lagi dasar hukum lainnya yang melarang umat Islam untuk melakukan 2 perbuatan dengan dosa besar yaitu judi dan minum khamar. Hal ini akan dibahas lebih lanjut dalam artikel selanjutnya.
  • PANDANGAN ISLAM MENGENAI JUDI ONLINE
    Judi online 202.95.10.87 dalam islam juga dimasukkan dalam kategori judi itu sendiri. Hal ini disebabkan karena judi online juga memiliki karakter yang sama dengan perjudian yang dilakukan sejak zaman jahiliyah. Persamaan antara judi online dengan judi pada umumnya adalah adanya bet atau taruhan yang digunakan di dalamnya. Oleh karena itu, salam seperti itu, perjudian online juga merupakan salah satu hal yang dilarang.

3 ALASAN PERJUDIAN ONLINE DILARANG DALAM ISLAM

Perjudian Online pada dasarnya merupakan salah satu kegiatan memindahkan lokasi judi ke tempat-tempat yang lebih aman. Perjudian sesungguhnya bukan hal yang dilarang oleh agama tapi juga oleh pemerintahan. Hal ini membuktikan bahwa perjudian merupakan salah satu hal yang banyak mendatangkan kerugian. Lalu apa saja alasan judi online dilarang dalam Islam? Berikut ini adalah ulasannya.

  • JUDI ONLINE MENYEBABKAN PERSELISIHAN
    Salah satu hal yang menyebabkan perjudian menjadi dilarang adalah efek samping perjudian yang menyebabkan perselisihan. Dari dahulu hingga sekarang. Tempat yang digunakan untuk melakukan perbuatan judi biasanya akan chaos. Pasalnya dalam kegiatan berjudi lebih banyak orang yang melakukan kecurangan dibandingkan dengan yang tidak. Hal ini pada akhirnya akan menimbulkan perselisihan antara saudara yang bisa berakhir dengan permusuhan atau bahkan pembunuhan.
  • JUDI ONLINE MENYEBABKAN LALAI BERIBADAH
    Salah satu hal yang menjadikan kita manusia yang kuat secara mental adalah ibadah yang mendekatkan kita pada Allah. Ketika kita lalai dalam menjalankan ibadah, maka akan sangat sulit bagi kita untuk hidup dalam jalan lurus yang Allah sudah siapkan. Sayangnya perjudian merupakan salah satu kegiatan yang akan membuat kita lalai dan lupa dengan waktu ibadah. Apalagi di tempat judi biasanya sarat dengan kegiatan melanggar asusila dan juga syariat Islam. Oleh karena itu, orang yang terbiasa bergaul dengan lingkungan ini akan lebih mudah melupakan ibadahnya.
  • JUDI ONLINE DAPAT MERUSAK MORAL dengan bermain Slot Dana
    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, perjudian sering kali dihubungkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan asusila. Hal ini tentu akan merusak moral. Apalagi ketika judi saat ini sudah bisa dilakukan secara online, maka anak-anak generasi muda juga bisa melakukan akses pada situs perjudian kapan saja mereka mau. Hal inilah yang nantinya akan menimbulkan bahaya besar yaitu rusaknya moral dari generasi penerus.
    Selain kegiatan asusila, judi juga sangat lekat dengan sistem peminjaman uang dengan riba. Riba meski terasa ringan, dampaknya sendiri akan sangat besar bagi hidup kita di masa depan. Selain itu masih ada banyak lagi efek buruk judi online yang mungkin akan terjadi dalam hidup anda. Jika anda tidak ingin terjerumus, pastikan anda segera meninggalkan kebiasaan judi online ini.

LARANGAN JUDI DI AGAMA ISLAM
hukum bermain game bisa saja menjadi makruh ataupun menuju pada haram ketika bermain game menyebabkan terbengkalainya kewajiban dan menyebabkan orang tersebut lalai dalam menejalankan ibadah maupun pekerjaan duniawi, Daalam (Syekh Musthafa, al-Fiqhul Manhaji, 1992, VIII: 166) berbunyi “Di antara permainan ini adalah catur yang selalu menyibukkan hati dan menggerakkan akal pikiran. Tidak diragukan lagi bahwa catur tidak terlepas dari faedah bagi hati dan akal. Apabila seseorang disibukkan dengannya sampai melebihi kadar faedah itu, maka hukumnya makruh. Namun, apabila terlalu disibukkan, sehingga berdampak menggugurkan sebagian kewajiban, maka hukumnya kembali menjadi haram.”

(Syekh Wahbah az-Zuhaili, Fatawa Mu’ashirah, [Bairut, Dar al-Fikr 2003], h. 200).
“Sesungguhnya, kecanduan pada komputer sangat berbahaya bagi akal, melihatnya bisa melemahkan pancaindra (mata), sedangkan yang baik adalah yang sedang-sedang saja. Dan apabila begadang di depan komputer sampai menyebabkan terbengkalainya shalat fardhu, seperti subuh dan yang lain, maka hukumnya haram”

Judi adalah penyakit masyarakat yang telah mengakar di berbagai belahan dunia. Awalnya hanya uji coba peruntungan tetapi setelah sekali mencoba, setiap pemainnya akan mencoba lagi dan lagi. Inilah yang dinamakan dengan kecanduan judi dimana setiap pemainnya tak ada satu pun yang mau berlapang dada menerima kekalahan. Bahkan, kekalahan sekalipun tidak menjadikan mereka jera untuk memainkannya. Meskipun kekalahan yang mereka alami telah menggunung, seperti ada magnet yang menarik mereka untuk kembali ke arena permainan judi berikutnya. Atas dasar ini, jangan heran jika penjudi tidak pernah berhenti.
Sekilas judi nampak seperti permainan biasa dimana sekelompok orang tengah asyik memainkan kartu yang mereka pegang. Yang membedakannya dengan permainan kartu biasa yaitu adanya taruhan berupa materi, umumnya uang. Itu artinya, setiap individu dalam permainan judi memiliki risiko kehilangan harta benda yang dipertaruhkannya. Nilai yang dipertaruhkan pun tidak main-main sehingga kerap kali seorang penjudi menghabiskan gajinya, simpanannya, menggadaikan atau bahkan menjual aset berharga yang dimilikinya. Bahkan, penjudi akan menghalalkan berbagai cara agar mendapatkan sejumlah uang taruhan di meja judi. Kasus semacam ini banyak terjadi tidak hanya di Indonesia saja, tetapi juga negara-negara lainnya. Seperti halnya yang telah dilakukan oleh seorang eksekutif Wall Street yang telah menipu keluarganya dan orang-orang di sekitarnya.